Museum ini merupakan Benteng Kuto Lama dimana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) memerintah. Pada tahun 1821, tempat ini diserang oleh tentara Belanda dan pada 17 Oktober 1823 berhasil dihancurkan oleh perintah gubernur Belanda I.L. Van Seven House sebagai balas dendam kepada Sultan yang telah membakar Loji Aur Rive. Kemudian museum ini dibangun kembali pada tahun 1825 menjadi sekretariat gubernur dan tempat tinggal.
Antara tahun 1942-1945, selama pendudukan Jepang, gedung ini dikuasai oleh tentara Jepang dan dikembalikan ke penduduk Palembang ketika proklamasi tahun 1945. Pada tahun 1949, Museum ini direnovasi dan difungsikan sebagai markas Kodam II/Sriwijaya. Berdasarkan penyelidikan oleh tim arkeologis pada tahun 1988, pondasi Kuto Lama ditemukan di bawah balok kayu.
English
Indonesia